Deklarasi Akbar Melawan Perang Narkoba : Gubernur Agustiar Sabran Serahkan 9 Tongkat Komando, Tabuh Genderang Perang Lawan Narkoba

Lensa Kalimantan
, 8/21/2026 03:44:00 PM WIB Last Updated 2026-08-21T08:44:20Z
---

PALANGKA RAYA, — Komitmen Kalimantan Tengah dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika ditegaskan melalui Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba di Bumi Tambun Bungai Menuju Kalteng Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Acara ini digelar di kawasan Bundaran Besar/Menara Talawang, Palangka Raya, pada Kamis (20/8/2026).


Kegiatan ini diinisiasi oleh Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Badan Narkotika Nasional (BNN), jajaran Forkopimda, serta berbagai elemen masyarakat.


Berikut adalah poin-poin penting dan kutipan utama dari deklarasi akbar tersebut:


Simbol Penghormatan dan Keterlibatan Anak Muda


* Massa besar: Deklarasi melibatkan 3.333 peserta yang didominasi oleh pelajar dan mahasiswa.

* Makna angka: Angka 3.333 dipilih sebagai simbol penghormatan terhadap tiga anggota kepolisian yang gugur saat bertugas dalam pemberantasan narkoba di Katingan.

* Generasi muda: Keterlibatan pelajar menegaskan peran penting generasi muda sebagai benteng pertahanan negara.


Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa pemberantasan narkoba memerlukan aksi nyata dari seluruh lapisan masyarakat, bukan sekadar kata-kata.


"Perang melawan narkoba bukan sekadar slogan, melainkan perjuangan bersama untuk melindungi generasi muda, menjaga kedaulatan negara, dan menyelamatkan masa depan bangsa."


Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengajak masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).


"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang bersih dari narkoba melalui pendekatan lintas sektor."


Ketua GDAN Kalimantan Tengah, Sadagori Henoch Binti, mengingatkan kembali pengorbanan aparat yang telah gugur dan meminta komitmen total dari tokoh adat hingga mahasiswa.


"Deklarasi ini adalah bentuk penghormatan kepada personel kepolisian yang gugur dalam tugas. Saya mengajak lembaga adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pelajar untuk menjadi benteng pertahanan terhadap ancaman narkotika."


Sebagai simbol komitmen, acara diwarnai dengan prosesi penyerahan sembilan tongkat komando kepada unsur pimpinan daerah dan elemen strategis Kalteng. 


Tongkat tersebut melambangkan keberanian, amanah, dan tanggung jawab bersama dalam memimpin gerakan pemberantasan narkoba di wilayah Kalimantan Tengah.


Deklarasi ini diharapkan menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan melalui edukasi dan perlindungan menyeluruh bagi generasi muda menuju Kalteng Bersinar. (Biro Humas Dan Protokol) #warondrugsforhumanity.

Komentar

Tampilkan

Terkini