Kemarau Ekstrem dan Kabut Asap Melanda, Polres Batola Gelar Salat Istisqa Bersama Warga

Lensa Kalimantan
, 8/19/2026 05:09:00 PM WIB Last Updated 2026-08-19T10:09:57Z
---

 


BARITO KUALA, — Ratusan jemaah memenuhi halaman Mapolres Barito Kuala (Batola), Rabu (18/8/2026) pagi, untuk melaksanakan salat Istisqa. Di bawah terik matahari yang menyengat dan kepungan aroma asap di udara, para jemaah tampak khusyuk mengikuti ibadah memohon hujan tersebut.


Ibadah yang dimulai sejak pagi hari ini dipimpin oleh Ustaz Fakhrudin, S.Ag, yang bertindak sekaligus sebagai imam dan khatib.


Dalam khutbahnya, Ustaz Fakhrudin mengingatkan seluruh jemaah yang hadir akan pentingnya melakukan introspeksi diri atas segala kekhilafan yang telah diperbuat. Menurutnya, kemarau panjang bisa jadi merupakan momentum teguran agar manusia kembali mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.


"Penting bagi kita semua untuk mengintrospeksi diri, mengingat kesalahan dan dosa yang mungkin pernah diperbuat namun kita lupa atau lalai untuk bertobat," ujar Ustaz Fakhrudin dalam khutbahnya di hadapan ratusan jemaah.


Ia juga menambahkan bahwa ibadah sunah muakadah ini merupakan bentuk pengakuan tulus bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan sepenuhnya bergantung pada rahmat Allah SWT. Momentum ini diharapkan menjadi sarana tobat massal bagi masyarakat untuk beristigfar dan berjanji memperbaiki diri.


Ikhtiar spiritual hadapi dampak kekeringan


Pelaksanaan salat Istisqa ini diinisiasi oleh Polres Batola sebagai bentuk ikhtiar spiritual bersama unsur Forkopimda dan elemen masyarakat. Langkah ini diambil menyusul dampak kekeringan yang mulai memicu krisis air bersih, ancaman gagal panen, hingga polusi udara.


Kapolres Batola AKBP Susilawati, S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polres Batola Iptu Budi, menyampaikan bahwa wilayah hukum Polres Batola saat ini sudah mulai mendeteksi adanya titik api (hotspot) yang memicu munculnya kabut asap.


Kondisi cuaca pada tahun 2026 ini terbilang lebih ekstrem dibandingkan dua tahun sebelumnya.


"Sebelumnya pada tahun 2023 kita sempat mengalami kabut asap berat. Sementara pada tahun 2024 dan 2025 kondisi cenderung aman karena terjadi kemarau basah. Namun, tahun ini kemarau memang terasa lebih kering, udara pengap, dan sengatan matahari sangat membakar kulit," kata Iptu Budi.


Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan dan rumah sakit setempat, kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Batola ini sudah mulai berdampak negatif pada kesehatan warga, terutama meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).


Instruksi Kapolda Kalsel


Melihat kondisi darurat kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini, jajaran kepolisian langsung mengambil tindakan cepat secara spiritual.


"Sesuai petunjuk Bapak Kapolda, seluruh jajaran Polres di 13 kabupaten/kota termasuk Polda Kalsel serentak melaksanakan salat Istisqa. Tujuannya tentu saja mengetuk pintu langit, meminta diturunkannya hujan oleh Allah SWT," jelas Budi.


Pihak Polres Batola juga mengajak masyarakat untuk merespons pesan religius yang disampaikan oleh khatib agar memulai perubahan dari diri sendiri.


"Mari kita perbaiki diri dan bertobat mulai dari diri masing-masing. Harapannya, ikhtiar ini tidak hanya membawa berkah turunnya hujan, tetapi juga membawa perbaikan akhlak kita sebagai umat manusia," pungsinya.


Ibadah salat Istisqa tersebut berakhir pada pukul 08.45 WITA dengan penuh kekhidmatan.


Sejumlah pejabat daerah terpantau hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wakapolres Barito Kuala Kompol Zaenuri, S.H., Kajari Barito Kuala Dr. Andrianto Budi Santoso, S.H., M.H., Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi, S.Sos., Sekretaris PCNU Batola Andin Munandar, Kadis PMD Muhammad Mujiburrakhman, serta perwakilan Pemkab Batola, Bhayangkari, dan jajaran ASN Polres Batola.

Komentar

Tampilkan

Terkini