Lomba Kampung Merah Putih di Belitung Utara, Juri Apresiasi Gotong Royong dan Kreativitas Warga

Lensa Kalimantan
, 8/22/2026 08:36:00 AM WIB Last Updated 2026-08-22T01:36:13Z
---

BANJARMASIN — Semangat gotong royong dan kreativitas warga RT 01, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, mendapat apresiasi dalam penilaian dan visitasi Lomba Kampung Merah Putih (KAMARATIH) 2026.


Tim juri melakukan penilaian langsung ke lapangan untuk memastikan berbagai aspek perlombaan terpenuhi, mulai dari pintu gerbang, penataan lingkungan, nuansa merah putih di depan rumah, hingga kreativitas warga dalam membuat berbagai ornamen.


Kedatangan tim juri diterima Ketua RT 01 Fauzie Rahman bersama unsur kecamatan, kelurahan dan masyarakat setempat.


Ketua Tim Juri Lomba KAMARATIH, Drs. Bambang Budiyanto, M.Si, mengatakan visitasi dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan sekaligus memverifikasi berbagai indikator penilaian yang telah ditetapkan.


“Hari ini kami mengawali penilaian dengan verifikasi dan visitasi langsung ke salah satu peserta dari Kecamatan Banjarmasin Barat, Kelurahan Belitung Utara, RT 01. Kami ingin memastikan apakah seluruh aspek lomba KAMARATIH benar-benar terpenuhi di lapangan,” ujar Bambang.


Menurut dia, penilaian tidak hanya melihat kemeriahan dekorasi, tetapi juga bagaimana masyarakat menghidupkan semangat kebangsaan melalui lingkungan tempat tinggal mereka.


Aspek yang dinilai antara lain penataan pintu gerbang, kemasan kawasan, pemasangan bendera dan ornamen merah putih di depan rumah, serta berbagai kreasi masyarakat.


“Kami tidak hanya melihat merah putih yang terpasang, tetapi juga bagaimana warga mengemas lingkungannya. Ornamen-ornamen kreasi masyarakat menjadi bagian penting karena menunjukkan kreativitas sekaligus rasa memiliki terhadap lingkungan,” katanya.


Bambang mengaku terkesan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan warga RT 01. Selain menghias lingkungan, masyarakat juga aktif menggelar berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.


“Ternyata kegiatan warga di sini sangat banyak. Ada berbagai perlombaan, selamatan, maulidan hingga aksi kebersihan. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong, kebersamaan dan solidaritas warga benar-benar hidup,” tuturnya.


Salah satu hal yang mendapat perhatian tim juri adalah kreativitas warga dalam memanfaatkan barang-barang yang sebelumnya dianggap sebagai sampah menjadi ornamen penghias lingkungan.


Bambang menilai, kreativitas tersebut menjadi bukti bahwa lomba tidak sekadar mendorong masyarakat mempercantik kawasan, tetapi juga membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan.


“Yang menarik, barang-barang yang awalnya merupakan sampah ternyata bisa dikreasikan menjadi berbagai hiasan. Ini bukan hanya kreatif, tetapi juga menunjukkan kesadaran warga terhadap lingkungan,” ujarnya.


Menurut Bambang, kesadaran berbangsa dan bernegara juga terlihat dari hampir setiap rumah yang memasang bendera merah putih dan ornamen bernuansa kemerdekaan.


Kesadaran berbangsa dan bernegara sudah terlihat. Hampir setiap rumah memasang bendera merah putih, ditambah ornamen hasil kreasi warga. Ditambah lagi kegiatan sosial yang mereka lakukan. Ini aspek yang kami nilai sangat baik,” katanya.


Ia berharap semangat tersebut dapat terus dipertahankan, terlebih menjelang peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin pada September mendatang.


“Ini momentum yang pas. Semangat khusus dalam menyambut kemerdekaan bisa dipertahankan, sekaligus menjadi energi untuk menyambut Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500 dengan lebih semarak,” kata Bambang.


Bambang menjelaskan, Lomba Kampung Merah Putih atau KAMARATIH telah memasuki tahun ketiga. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan sejak 2024 dan berlanjut pada 2025 hingga 2026.


Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pusat Pendidikan Wawasan Kawasan (PPWK) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).


“Lomba KAMARATIH ini sudah memasuki tahun ketiga. Sejak dilaksanakan pada 2024 dan 2025, tahun ini merupakan pelaksanaan yang ketiga. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi PPWK dengan Badan Kesbangpol,” jelasnya.


Ia menambahkan, KAMARATIH juga menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.


“Ini masuk dalam rangkaian event yang dicanangkan untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500. Jadi, KAMARATIH bukan hanya lomba, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan membangun kebersamaan masyarakat,” ucap Bambang.


Apresiasi juga disampaikan Amrullah, S.STP., M.AP., Camat Banjarmasin Barat. Ia mengapresiasi Ketua RT 01 Kelurahan Belitung Utara beserta masyarakat yang telah mempersiapkan lingkungan untuk mengikuti Lomba Kampung Merah Putih 2026.


“Kami dari Kecamatan Banjarmasin Barat mengapresiasi Ketua RT 01 Kelurahan Belitung Utara yang telah mewakili kecamatan dalam Lomba Kampung Merah Putih tahun 2026. Persiapan yang dilakukan juga melibatkan masyarakat secara langsung,” ujar Amrullah.


Ia berharap keterlibatan masyarakat tersebut dapat menjadi modal bagi RT 01 untuk meraih hasil terbaik dalam perlombaan.


“Kami berharap RT 01 Kelurahan Belitung Utara bisa menjadi juara. Yang paling penting, masyarakat sudah terlibat sejak proses persiapan, sehingga kegiatan ini menjadi milik bersama, bukan hanya kegiatan pemerintah atau pengurus RT,” katanya.


Amrullah menyebut, Kelurahan Belitung Utara memiliki 19 RT. Sementara itu, secara keseluruhan terdapat sekitar 256 RT dalam wilayah kecamatan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dengan karakter dan potensi masing-masing.


Sementara itu, Lurah Belitung Utara Hj. Erliana, S.AP., MA, mengungkapkan rasa antusiasnya menyambut kedatangan tim juri untuk melakukan penilaian langsung di wilayahnya.


Ia mengatakan, pemerintah kelurahan bersama masyarakat berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan dapat memberikan hasil terbaik.


“Kami sangat antusias menyambut tim juri. Mudah-mudahan apa yang sudah kami persiapkan bersama warga sesuai dengan apa yang diharapkan dan mudah-mudahan bisa menjadi juara,” ujar Erliana.


Menurut dia, antusiasme masyarakat juga terlihat dari keterlibatan warga dalam menata lingkungan dan menjaga kebersihan.


“Warga di sini sangat antusias mengikuti Lomba KAMARATIH. Mereka juga sangat menjaga kebersihan lingkungan. Ini yang kami harapkan, karena kebersihan dan kekompakan warga harus terus dijaga, bukan hanya ketika ada lomba,” katanya.


Rangkaian penilaian KAMARATIH di RT 01 Kelurahan Belitung Utara memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan melalui kegiatan sederhana di lingkungan masyarakat.


Pemasangan bendera merah putih, penghiasan jalan, pemanfaatan barang bekas menjadi ornamen, kegiatan kebersihan hingga aktivitas sosial menjadi satu kesatuan yang menunjukkan keterlibatan warga.


Bagi tim juri, nilai terpenting dari kegiatan tersebut bukan semata-mata siapa yang menjadi juara, melainkan sejauh mana semangat kebersamaan yang telah tumbuh dapat dipertahankan.


“Kalau semangat gotong royong ini terus dipelihara, maka lomba ini sudah memberikan manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar mendapatkan juara. Karena yang kita bangun adalah budaya kebersamaan,” kata Bambang.


Semangat itulah yang diharapkan terus hidup setelah perlombaan berakhir, menjadikan Kampung Merah Putih bukan hanya tampak merah putih secara visual, tetapi juga mencerminkan persatuan, kepedulian, kreativitas dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.(dw)

Komentar

Tampilkan

Terkini