BANJARMASIN, 18 Agustus 2026,— Forum Komunikasi Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) mulai mematangkan persiapan peringatan Milad ke-II yang akan digelar pada 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat pleno sekaligus rapat koordinasi yang berlangsung di Sekretariat DPP FKPWK, Citra Land Scan 7 No. 02, Kelurahan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.
Rapat dipimpin Ketua DPP FKPWK H. Rahmat Fadillah, S.H., didampingi Pembina FKPWK H. Junaidi, serta dihadiri sejumlah pengurus dan anggota organisasi.
Dalam rapat tersebut, FKPWK menetapkan tema Milad ke-II, yakni “Tumbuh Mandiri, Bangkit Bersinergi.”Tema itu dipilih untuk menggambarkan perjalanan FKPWK sejak didirikan pada 17 Agustus 2024 hingga memasuki usia dua tahun.
Ketua DPP FKPWK H. Rachmad Fadillah mengatakan, tema tersebut bukan sekadar slogan peringatan milad, melainkan refleksi perjalanan organisasi yang dibangun secara mandiri sejak awal.
“FKPWK tumbuh dari semangat kemandirian. Sejak awal kami berusaha membangun organisasi dengan kekuatan sendiri, tanpa bergantung pada bantuan maupun donatur. Setelah dua tahun berjalan, kami ingin momentum ini menjadi titik kebangkitan melalui sinergi dengan berbagai stakeholder dan seluruh unsur masyarakat,” ujar Rahmat.
Menurut dia, perjalanan dua tahun FKPWK menjadi modal penting untuk memperkuat organisasi agar semakin terbuka terhadap kolaborasi, sekaligus tetap menjaga identitas dan tujuan awal organisasi.
“Pesan kami sederhana, acara ini dari kita untuk kita. Tetapi semangatnya tentu bukan hanya untuk internal FKPWK. Kami ingin Milad ke-II menjadi ruang silaturahmi, apresiasi, sekaligus memperluas jejaring dan sinergi untuk memberikan kontribusi bagi Banua,” katanya.
Siapkan Apresiasi untuk Dua Tokoh Banua
Selain agenda seremonial, Milad ke-II FKPWK juga akan diisi dengan pemberian apresiasi kepada dua sosok yang dinilai memiliki prestasi dan kontribusi positif bagi Banua.
Dua nama yang akan mendapat apresiasi tersebut adalah Muhammad Abdillah, seorang anak warga Alalak, Kabupaten Barito Kuala, yang menerima surat penghargaan dari NASA, serta Drs.Khairiadi Asa, musisi Banua.
Muhammad Abdillah diketahui menerima surat apresiasi resmi atau Letter of Recognition dari NASA tertanggal 21 Juli 2026, yang mengakuinya sebagai independent security researcher atau peneliti keamanan independen.
Sementara Khaidir Asa dipilih sebagai salah satu penerima apresiasi atas kiprahnya di bidang musik dan kontribusinya dalam menghidupkan karya seni serta kreativitas lokal.
Pembina FKPWK, H. Junaidi menilai pemberian apresiasi tersebut penting untuk menunjukkan bahwa Banua memiliki banyak anak daerah yang mampu menorehkan prestasi di berbagai bidang.
“Kita ingin Milad FKPWK bukan hanya menjadi acara seremonial. Ada pesan yang ingin kita sampaikan bahwa anak-anak Banua memiliki potensi besar. Mereka yang berprestasi harus diberi ruang, dihargai dan didorong agar terus berkarya,” kata Junaidi.
Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan perjalanan FKPWK yang memasuki tahun kedua.
“Kemandirian adalah fondasi, sedangkan sinergi adalah kekuatan untuk berkembang. FKPWK harus mampu menjadi rumah bersama untuk membangun komunikasi, mempertemukan gagasan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam rapat koordinasi, panitia juga membahas kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan Milad ke-II yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp26,6 juta.
Acara direncanakan berlangsung di Hotel Eva Banjarmasin dan akan melibatkan berbagai unsur, termasuk organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), komunitas serta sejumlah stakeholder lainnya.
Panitia juga menyiapkan doorprize bagi para undangan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan untuk membangun suasana keakraban dan kebersamaan.
Rahmat menegaskan, keterlibatan berbagai organisasi dalam acara tersebut diharapkan tidak berhenti pada momentum Milad, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama dan kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas.
“Silaturahmi adalah pintu masuk untuk membangun sinergi. Karena itu kami mengundang berbagai organisasi dan unsur masyarakat. Harapannya, setelah Milad ini komunikasi dan kerja sama bisa semakin kuat,” tutur Rahmat.
Sabar Prayetno, Dipilih sebagai Sekjen FKPWK
Rapat pleno juga menetapkan Sabar sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) FKPWK yang baru. Ia menggantikan Sekjen sebelumnya, Alm. Anang Misran, yang dikenal dengan nama Anang Bidik.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari upaya konsolidasi organisasi sekaligus memastikan roda kepengurusan FKPWK tetap berjalan setelah berpulangnya Anang Misran.
H. Junaidi berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan semangat dan kontribusi yang telah dibangun selama dua tahun terakhir.
“Pergantian kepengurusan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Yang terpenting adalah semangat perjuangan dan kebersamaan tetap dilanjutkan. Kita berharap Sekjen yang baru dapat memperkuat konsolidasi internal dan membawa FKPWK semakin solid,” ujar Junaidi.
Dengan mengusung semangat “Tumbuh Mandiri, Bangkit Bersinergi”, Milad ke-II FKPWK diharapkan menjadi momentum evaluasi sekaligus pijakan baru bagi organisasi untuk memasuki fase berikutnya.
Dua tahun perjalanan menjadi bukti bahwa organisasi dapat tumbuh dari kekuatan sendiri. Kini, FKPWK ingin memperluas langkah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, sembari tetap menjadikan kebersamaan dan kontribusi bagi Banua sebagai pijakan utama.(nawarin_sh/dw)
Pemred : ichal Iloenx


