Polsek Amuntai Utara Respons Cepat Info Warga, Berhasil Padamkan 1 Hektare Karhutla di Haur Gading

Lensa Kalimantan
, 9/30/2026 06:44:00 AM WIB Last Updated 2026-09-29T23:44:48Z
---


AMUNTAI – Personel gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Amuntai Utara, IPDA Alamsyah, S.H., bergerak cepat melakukan monitoring dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kebakaran yang melanda lahan seluas kurang lebih 1 hektare tersebut berhasil dijinakkan setelah petugas gabungan berjibaku di lapangan selama beberapa jam.


Peristiwa kebakaran ini pertama kali diketahui berdasarkan informasi dan laporan dari warga setempat serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Amuntai Utara langsung menuju lokasi titik api yang berada di kawasan Desa Palimbang Sari, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten HSU pada Selasa (29/09/2026) siang.


Kapolsek Amuntai Utara, IPDA Alamsyah, S.H., menjelaskan bahwa tindakan pertama yang diambil petugas adalah langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan segera melakukan koordinasi intensif dengan BPBD, TNI, aparatur desa, serta warga setempat guna memetakan proses pemadaman.


"Kami bersama tim gabungan dari Posko Karhutla Kabupaten HSU, relawan BPK, dan warga Desa Palimbang Sari bergotong-royong melakukan pemadaman titik hotspot di lokasi," ujar .


Berdasarkan hasil pengecekan lapangan (ground check), titik koordinat kebakaran berada pada -2.392719, 115.243178. Lahan yang terbakar merupakan area dengan status APL (Area Penggunaan Lain) yang berfungsi sebagai kawasan pertanian. Adapun vegetasi yang hangus terbakar didominasi oleh tanaman padi, bambu, serta semak belukar.


Menurut keterangan dari masyarakat sekitar, api mulai terlihat menyala sejak pukul 12.00 WITA dari area semak belukar dan menyebar ke beberapa titik dengan intensitas nyala api yang relatif kecil. Kendati demikian, posisi titik api sempat menimbulkan kekhawatiran karena jaraknya yang cukup dekat, yakni hanya sekitar 500 meter dari pemukiman penduduk.


Proses pemadaman menghadapi tantangan geografis di mana akses jalan menuju titik hotspot berjarak sekitar 450 meter dari jalan raya. Beruntung, petugas berhasil menemukan sumber air berupa kolam ikan milik warga yang berjarak sekitar 50 meter dari titik api. Dengan memanfaatkan sumber air tersebut serta bantuan 1 unit mobil tangki, personel gabungan bahu-membahu menyemprotkan air ke titik-titik api.


Uniknya, titik panas (hotspot) di lokasi ini sempat tidak terdeteksi oleh aplikasi pemantau Sipongi, namun berkat kesigapan laporan masyarakat, penanganan dapat dilakukan secara cepat. Setelah melakukan upaya pemadaman yang masif sejak pukul 14.00 WITA, amukan si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.30 WITA. Petugas kemudian melanjutkan pemantauan hingga situasi benar-benar kondusif pada pukul 17.00 WITA.


Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari kebakaran lahan pertanian tersebut masih belum diketahui secara pasti dan pelaku pembakaran masih dalam proses penyelidikan (lidik) oleh pihak kepolisian.


Kegiatan penanggulangan bencana Karhutla ini menjadi wujud nyata komitmen Polres HSU yang Hebat, Sigap, dan Unggul serta perwujudan Polri yang Presisi (Bertaqwa, Loyal, Profesional, Solid & Sinergi untuk Indonesia Emas) dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan lingkungan masyarakat.

Komentar

Tampilkan

Terkini