BANJARMASIN,– Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Rapat Terbuka Senat dengan agenda penyampaian visi, misi, dan program kerja bakal calon Rektor ULM periode 2026–2030 di Lecture Theatre General Building ULM, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses Pemilihan Rektor (Pilrek) ULM yang memberikan ruang bagi empat bakal calon untuk memaparkan gagasan, strategi, serta arah kebijakan yang akan ditempuh apabila dipercaya memimpin universitas selama lima tahun ke depan.
Forum tersebut dihadiri anggota Senat Universitas, pimpinan fakultas, perwakilan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta para pemangku kepentingan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyampaian visi, misi, dan program kerja juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi ULM agar dapat disaksikan oleh sivitas akademika dan masyarakat secara lebih luas.
Empat bakal calon rektor yang tampil sesuai hasil pengundian, yakni Prof. Musthia Erma, (Guru Besar Fakultas Teknik), Dr. Iwan Aflantani ( Wakil Rektor Bidang Akademik) Prof. Ahmad Alim Bachri (Rektor ULM saat ini) serta Dr. Rumansyah dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Prof. Musthia Erma mengusung visi "Membawa Universitas Lambung Mangkurat sebagai Perguruan Tinggi Unggul dan Bereputasi Global di Bidang Lingkungan Lahan Basah melalui Tata Kelola Universitas yang Baik, Akuntabel, Inklusif, dan Inovatif, serta Berdampak Nyata bagi Masyarakat, Pembangunan Daerah dan Nasional."
Sementara itu, Dr. Iwan Aflantani mengangkat visi "Membangun Universitas Lambung Mangkurat Berdampak: Menuju World Class University Berbasis Lingkungan Lahan Basah."
Adapun Prof. Ahmad Alim Bachri menawarkan visi "Mewujudkan ULM Unggul, Inklusif, dan Berdampak Global."
Sedangkan Dr. Rumansyah membawa visi "Membangun Universitas Lambung Mangkurat Berdampak: Menuju World Class University Berbasis Lingkungan Lahan Basah."
Ketua Senat ULM, Prof. Dr. Ir. Luthfi, M.S., mengatakan forum penyampaian visi, misi, dan program kerja merupakan momentum penting bagi sivitas akademika untuk menilai kualitas kepemimpinan, gagasan, strategi, dan komitmen setiap bakal calon rektor.
"Penyampaian program kerja ini menjadi momentum bagi sivitas akademika untuk menilai gagasan, strategi, serta komitmen yang dimiliki setiap bakal calon. Seluruh rangkaian juga kami siarkan secara langsung melalui kanal YouTube ULM sebagai bagian dari komitmen panitia mewujudkan proses yang terbuka dan akuntabel," ujar Luthfi.
Menurutnya, proses penjaringan yang telah dilaksanakan panitia menghasilkan empat figur terbaik yang masing-masing menawarkan perspektif dan strategi berbeda dalam membawa ULM menuju perguruan tinggi berkelas dunia.
"Dari apa yang kita lihat dan dengarkan bersama hari ini, saya menilai proses penjaringan sudah berjalan sangat baik. Empat bakal calon yang maju memang merupakan putra-putra terbaik ULM. Gagasan yang mereka tawarkan sangat bervariasi, memiliki penekanan yang berbeda-beda, namun semuanya berorientasi pada kemajuan ULM," katanya.
Ia mengaku bangga melihat kualitas ide yang dipaparkan seluruh bakal calon.
"Saya sangat bangga dengan putra-putra terbaik ULM ini. Mereka memiliki fokus yang berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama, yakni menjadikan ULM semakin baik, semakin unggul, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat."
Luthfi berharap seluruh gagasan yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai konsep semata, tetapi dapat diwujudkan siapapun yang nantinya dipercaya memimpin universitas.
"Kami berharap gagasan-gagasan bagus yang telah ditawarkan benar-benar dapat direalisasikan. Saya yakin siapa pun yang terpilih memiliki niat yang sama untuk memajukan ULM. Karena itu, tugas seluruh sivitas akademika, baik senat, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa adalah bersama-sama mendukung agar visi tersebut benar-benar terwujud."
Ia menilai keberhasilan pelaksanaan program kerja rektor terpilih akan menjadi lompatan besar bagi perkembangan ULM.
"Bayangkan apabila salah satu dari empat ide besar tadi terpilih dan sebagian besar programnya berhasil dijalankan dengan baik. Tentu masa depan ULM akan jauh lebih maju dibanding hari ini."
Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menjelaskan bahwa Senat Universitas memiliki fungsi memberikan pertimbangan, evaluasi, dan pengawasan akademik, bukan sebagai pelaksana program universitas.
"Senat memberikan pertimbangan akademik dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan akademik. Kami lebih banyak menjalankan fungsi kontrol sekaligus memberikan masukan kepada pimpinan universitas."
Ke depan, Senat ULM juga berencana memperkuat komunikasi dengan seluruh fakultas melalui program yang menyerupai kegiatan reses DPRD.
"Kami ingin para anggota senat kembali ke fakultas masing-masing untuk menyerap aspirasi, menggali persoalan dari tingkat paling bawah atau grassroot. Dengan begitu berbagai persoalan dapat diketahui lebih cepat dan segera kami sampaikan kepada pimpinan universitas sebagai bahan perbaikan."
Luthfi menambahkan seluruh tahapan Pilrek telah disusun sesuai jadwal yang telah dikonsultasikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
"Kami sudah dua kali berkonsultasi ke kementerian sehingga seluruh tahapan harus mengikuti jadwal yang telah ditetapkan. Dokumen visi, misi, dan program kerja para calon juga bukan dokumen tertutup sehingga dapat dipelajari oleh mahasiswa maupun sivitas akademika."
Ia berharap seluruh rangkaian Pilrek ULM dapat berlangsung sesuai prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik.
"Kami berharap seluruh proses pemilihan Rektor ULM periode 2026-2030 berjalan secara terbuka, objektif, transparan, dan akuntabel."
Tiga Nama Lolos ke Tahap Berikutnya
Usai rapat terbuka, Senat Universitas melaksanakan rapat tertutup yang dilanjutkan dengan pemungutan suara untuk menentukan tiga nama yang akan diusulkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ketua Panitia Pilrek, Prof. Dr. Ifrani, S.H., M.H., menjelaskan hasil pemungutan suara tahap pertama menunjukkan Prof. Ahmad Alim Bachri memperoleh 40 suara, Dr. Iwan Aflantani 20 suara, sementara Prof. Musthia Erma dan Dr. Usman Shah masing-masing memperoleh satu suara.
"Karena peringkat ketiga dan keempat memperoleh jumlah suara yang sama, maka sesuai ketentuan kami melaksanakan pemungutan suara ulang untuk menentukan satu nama yang berhak melaju ke tahap berikutnya," ujar Ifrani kepada awak media.
Pada pemungutan suara ulang, lanjutnya, Dr. Usman Shah memperoleh 36 suara, Prof. Musthia Erma memperoleh 18 suara, sedangkan satu suara dinyatakan tidak sah.
"Setelah tahapan ini selesai, kami akan melaporkan hasilnya ke kementerian. Tiga nama yang kami usulkan untuk mengikuti tahapan selanjutnya adalah Prof. Ahmad Alim Bachri, Dr. Iwan Aflantani, dan Dr. Usman Shah."
Ifrani menjelaskan, tahapan berikutnya adalah proses wawancara oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebelum memasuki pemilihan akhir yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus 2026.
"Selanjutnya akan ada wawancara langsung dari Menteri. Setelah itu, direncanakan pada 26 Agustus dilakukan pemungutan suara akhir, di mana Menteri memiliki hak suara sebesar 35 persen, sedangkan suara Senat sebesar 65 persen."
Ia juga mengungkapkan bahwa pada pemungutan suara pertama terdapat 62 anggota senat yang hadir, sedangkan pada pemungutan suara ulang jumlah peserta menjadi 55 orang, sehingga terdapat beberapa anggota yang tidak mengikuti tahapan kedua.
Dengan berakhirnya tahapan penyampaian visi, misi, dan seleksi internal Senat, proses Pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat periode 2026–2030 kini memasuki fase penentuan tiga kandidat terbaik yang akan bersaing pada tahapan akhir di tingkat kementerian.(@dw).






